Cara Menebar Bibit Lele

 

 

Dalam budidaya lele harus diketahui bahwa penebaran bibit yang keliru bisa mengakibatkan kematian masal awal tebar. Seorang pemula dalam budidaya lele harus mengetahui bagaimana cara yang tepat dalam penebaran bibit lele tersebut. Salah satu cara yang sering di gunakan adalah dengan merendam drigen atau ember penampungan ikan kedalam kolam selema 15 – 30 menit agar bibit lele beradaptasi dengan suhu air kolam yang baru. Setelah adaptasi selesai  sebaiknya buka tutup drigen agar lele keluar dengan sendirinya.
Biarkan selama satu jam apabila masih ada yang di dalam maka bibit lele tersebut dikeluarkan secara pelan – pelan. Cara tersebut adalah cara  paling sederhana yang bisa kita lakukan dalam penanganan tebar benih, dan sebelum benih di tebarkan kedalam kolam ada hal hal penting yang harus diketahui oleh seorang pembudidaya pembesaran lele pada awal penebaran bibit. Hal – hal penting ini adalah catatan pribadi saya selama dua tahun budidaya pembesaran lele :
  1. Sebaiknya bibit dibeli dari pembenih yang menyediakan bibit unggul, biasanya pembenih tersebut berani memberikan jaminan apabila ada bibit yang mati dalam proses transportasi ataupun awal tebar ke kolam maka pembenih akan mengganti bibit yang mati tersebut dengan jumlah yang sama ataupun dengan uang senilai bibit yang mati tersebut.
  2.  Perhatikan kondisi air kolam apakah sudah sudah siap ditebar benih apa belum, air kolam yang siap ditebar benih adalah air kolam yang sudah di kondisikan selama satu minggu, sudah banyak plankton2 dalam air dan jentik2 nyamuk.
  3.  Perhatikan juga tinggi air kolam, tinggi air kolam tergantung dengan kondisi cuaca dan lingkungan kolam. Apabila terkena sinar matahari langsung dengan iklim yang cukup panas maka minimal ketinggian sebaiknya 1 meter, apabila tidak bisa mencapai 1 meter maka harus diberi peneduh agar suhu air kolam tetap stabil dan tidak terlalu panas. Apabila kolam berada di tempat yang teduh atau kolam sengaja diberi peneduh maka disarankan ketinggian awal tebar benih menurut pengalam dan pengamatan kami adalah cukup dengan 60 cm diawal tebar dan ditambah ketinggiannya secara bertahap sampai penuh. Dengan ukuran benih yang sama bisa disimpulkan bahwa semakin tinggi air kolam maka akan semakin banyak energi yang dikeluarkan bibit untuk mencapai permukaan.
  4. Perhatikan waktu penebaran benih, penebaran benih sebaiknya dilakukan secepat mungkin setelah bibit lele tersebut selesai granding dari pembenih lele. Penebaran bibit lele Pagi, Siang, Sore atau Malam mana yang paling baik menurut anda silakan pahami lingkungan anda sendiri. Penebaran di pagi hari setelah matahari terbit maka kondisi air akan bisa lebih di kondisikan dengan peningkatan kadar oksigen dalam air dari pagi sampai sore kan membuat lele cepat berdaptasi. Penebaran lele disiang hari tidak menjadikan persoalan apabila suhu kolam tidak terlalu panas, akan tetapi kondisi oksigen dalam air di siang hari kesore hari akan mengalami penurunan dan jaraknya cukup pendek dibandingkan dengan tebar benih di pagi hari. Tebar benih di sore hari bibit akan menghadapi kondisi air dengan oksigen yang sangat berkurang sehingga apabila lele dalam keadaan tidak fit akan sangat berbahaya sekali. Penebaran bibit dimalam hari apabila tidak terpaksa maka tidak disarankan karena tingkat oksigen didalam air sangat rendah.
  5.  Persiapkan antibiotik alami untuk ikan lele. Pertama kali lele ditebar usahakan  diberi antibiotik alami kedalam kolam, antibiotik tersebut bisa anda baca pada artikel Antibiotik Alami Untuk Ukan Lele yang berguna untuk mengurangi tingkat stres lele, kekebalan tubuh lele dan membunuh bakteri jahat yang ada di dalam kolam lele.
  6. Setelah lele stabil maka lele boleh diberikan pakan, silakan baca artikel tentang cara meberi pakan lele yang baik.

Sedikit tulisan saya ini semoga bisa bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita semua dalam berbudidaya lele.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *