Tips Membuat Kolam Terpal Untuk Pemula

kolam terpalTips Membuat Kolam terpal

Pada umumnya pembudidaya baru dalam ternak lele tidak memperhatikan seberapa kuat kontruksi kolam terpal yang akan menopong ribuan liter air. Daya dorong yang sangat kuat dari air bisa merobohkan kontruksi kolam apabila kita salah dalam membuat kontruksi tersebut. Dalam pembuatan kolam terpal biasanya kontruksi yang digunakan adalah bambu, semakin berkembangnya jaman besi dan batako pun sudah banyak digunakan untuk membuat kontruksi kolam terpal untuk mendapatkan kontruksi yang lebih kuat dan lebih awet.

Dalam pembuatan kolam terpal dengan rangka bambu sebaiknya kita jangan main-main dengan bahan yang digunakan, pilihlah bahan-bahan yang bisa tahan lama. Jangan sampai hanya digunakan beberapa kali panen kontruksi kolam sudah hancur karena dimakan rayap ataupun tiang-tiang penopang yang sudah kelihatan remuk dibagian bawah karena udara lembab ataupun kena air hujan. Untuk tiang penopang kami sarankan menggunakan kayu anti rayap seperti kayu ulin, kayu sengon laut dan sejenisnya. Dan untuk pinggir pinggir kolam sebaiknya menggunakan bambu apus yang telah di rendam sehingga bambu menjadi lebih ulet. Bambu di potong utuh lonjoran sesuai ukuran panjang yang dibutuhkan. Kemudian bambu utuh lonjoran tersebut di lubangi dalamnya menggunakan bambu atau kayu yang lebih kecil agar ruas ruas yang ada didalamnya hilang sehingga bambu menjadi seperti pipa.

Setelah itu bambu di pukul-pukul pada bagian ruas-ruasnya secara perlahan agar bambu tersebut pecah membentuk bambu utuh yang telah pecah. Setelah itu pilih salah satu pecahan bambu untuk membuat bambu tersebut terbuka menjadi lembaran bambu ( seperti bambu untuk alas amben/tempat tidur jaman dulu) apabila semua sudah siap maka yang harus dilakukan adalah menggali tanah sedalam 40cm dan memasang tiang-tiang penopang dari kayu anti rayap yang telah disiapkan. Untuk kolam ukuran 3x2x1 setiap pojok diberi dua buah kayu dan di setiap sisi yang memanjang diberi dua kayu penopang, untuk lebar diberi satu penopang. Kayu ditancapkan minimal kedalaman 30cm, apabila penopang sudah siap kemudian pasang bambu yang telah disiapkan tadi menggunakan paku secara rapi. Hasilnya akan sangat rapat dan bagus untuk kontruksi kolam lele.

Sebelum terpal dipasang maka biar kelihatan rajin di sisi bagian atas kontruksi diberi lonjoran pring utuh, lubangi pring utuh tersebut dan kayu penopangpun atasnya di runcingkan sesuai dengan lubang pada bambu kemudian bambu dipasang. Ingat di masing – masing pojok ada dua kayu penopang jadi setiap lonjoran bambu bisa terpasang semua dengan rapi. setelah bambu terpasang kemudia ikat kedua penopang dibagian pojok agar nantinya bisa saling menopang satu sama lain. Setelah itu buatlah lubang pembuangan di tangah kolam dan alirkan ke tanah yang lebih rendah. Setelah semua beres maka segera pasang terpal minimal ukuran A5 dan rapikan terpal tersebut sesuai ukuran kolam.  Kemudian buat lubang pembuangan pada kolam terpal dengan cara melubangi terpal tepat pada saluran pembuangan. Ikat dengan erat dengan karet ban dan setelah selesai pasang pralon pengatur air pada kolam.

Setelah semua selesai maka isi kolam penuh dan biarkan selama satu minggu, buang air pada kolam dan kolam siap digunakan untuk penebaran bibit. Mohon maaf sebelumnya karena tulisan saya kali ini penuh dengan imajinasi tanpa menggunakan gambar yang menuntun dalam pembuatan kolam tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *