Pakan Alternatif Lele

Pakan alternatif lele ,  para pembudidaya lele khususnya pada segmen pembesaran memiliki sebuah pemikiran yang sangat bagus tentang pakan alternatif yang bisa diberikan untuk ikan lele dalam proses budidaya. Pemikiran tersebut dikembangkan oleh setiap pembudidaya di setiap daerah sehingga bermunculan perbedaan – perbedaan dan tanggapan tentang setiap jenis pakan alternatif yang ada. Pakan alternatif tersebut dari tahun ketahun semakin bermacam – macam dan semakin banyak, setiap individu berpikir berbeda beda dalam menentukan pakan alternatif, boleh tidaknya pakan tersebut di berikan untuk lele atau mudah tidaknya pakan tersebut dibuat. Berikut saya jabarkan pakan alternatif apa saja yang bermunculan di segmen pembesaran lele di sekitar daerah kita, boleh tidaknya pakan tersebut diberikan dan bagaimana cara membuat sekaligus mengaplikasikan untuk ikan lele.

1. Ayam Potong

Ayam potong merupakan pakan alternatif yang sangat bagus karena memiliki kandungan protein yang sangat tinggi, perlu kita ketahui ayam potong yang dimaksutkan penulis adalah ayam potong yang telah sakit atau mati dengan keadaan masih utuh. Memang benar ayam potong tersebut bisa kita berikan untuk pakan alternatif ikan lele, bagi merekan pembudidaya ikan lele yang dekat dengan tempat ternak ayam potong akan lebih mudah mendapatkan ayam ayam tersebut dan bisa memanfaatkannya untuk diberikan kepada ikan lele yang dipelihara.

Memang benar pembudidaya kan mendapat keuntungan yang sangat luar biasa apabila bisa menggunakan pakan alternatif tersebut akan tetapi apabila kita berpikiran jernih dan tidak mengejar keuntungan dengan cara yang demikian tentuanya kita akan berpfikir untuk mencari pakan alternatif lainnya. Karena kita tahu ayam potong yang sakit atau telah mati karena penyakit tentunya ayam tersebut adalah ayam yang tidak sehat, bisa ditarik kesimpulan apabila ayam tersbut mati karena penyakit flu burung dan penyakit berbahaya lainnya maka virus tersebut bukan tidak mungkin bisa menular kemanusia atau ked aging lele yang akan di konsumsi oleh manusia. Hal tersebut menjadi masalah kompleks yang muncul di segmen pembesaran lele, ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Kalau saya sebagai penulis artikel ini saya lebih condong ke yang kontra atau tidak setuju. Walaupun ada professor peternakan atau ahli gizi yang membolehkan pakan tersebut digunakan akan tetapi tetap memberikan bangkai atau ayam sakit kepada peliharaan adalah tidak baik.

Bagi pembudidaya yang setuju memakai pakan alternatif  tersebut juga masih ada pro dan kontra tentang cara memberikan ayam tersbut kepada lele, ada yang sebagian berpikir harus di rebus atau dibakar dulu dengan suhu 100 derajat celcius agar penyakit atau kuman pada ayam tersebut mati dan ada yang langsung diberikan tanpa di bakar atau di rebus karena berpikiran proses tersebut akan memakan biaya dan waktu.

Kembali lagi untuk pakan alternatif  ayam potong yang telah mati ini bagus atau tidaknya untuk ikan lele dan yang akan mengkonsumsi ikan lele tersbut maka saya kembalikan ke hati nurani masing masing pembaca untuk melakukan penilaian sendiri, karena saya tahu pro kontra tentang pakan alternatif  tersebut tidak akan ada selesainya dan kita masing masing individu mempunyai pemikiran yang berbeda beda tergantung dari  pendidikan karekter, pendidikan moral, pendidikan sosial yang telah kita terima dan kita miliki.

2. Azolla

Pakan Alternatif Lele , Azolla merupakan pakan alternative lele yang bisa diberikan untuk ikan lele dengan kandungan protein kurang lebih berkisar dari 25% s.d 35%, pakan tersebut biasanya digunakan untuk selingan saja untuk meminimalisir ongkos budidaya. Azolla sangat bagus diberikan untuk ikan lele, disamping ber protein tinggi juga terlihat sangat segar dan sehat apabila diberikan kepada lele.Tanpa ada risiko apapun sehingga pakan alternatif lele ini sangat diminati oleh sebagian pembudidaya ikan lele.  Bagi pembaca yang ingin tahu cara membudidayakan azolla silakan baca di artikel saya yang berjudul Budidaya Azolla untuk Ikan Lele

3. Keong
Keong merupakan binatang yang hidup di air dangkal yang berlumpur, keong memiliki cangkang keras yang menutupi tubuhnya dari gangguan disekitarnya. Akan tetapi kandungan protein keong hanya sekitar 12%. Biasanya keong digunakan untuk pakan alternatif indukan lele. Akan tetapi tidak banyak pembudidaya pembesaran lele yang memberikan keong untuk lelenya, pada musim penghujan banyak terdapat keong di persawahan. Areal sawah yang luas membuat keong lebih berkembang biak dengan jumlah besar, pada dasarnya keong adalah hewan yang menurut petani merupakan hama untuk tanaman padi. Jadi apabila pembudidaya lele mencari keong tentunya para petani padi tidak akan keberatan asal tidak merusak padi yang ditanam.Pakan alternatif keong sangat cocok untuk pembudidaya yang memiliki waktu luang yang banyak untuk mencari keong, karena butuh waktu dan tenaga untuk mendapatkan pakan alternatif keong tersebut.Cara memberikan pakan alternatif keong untuk lele sangat mudah, pertama tentunya lepaskan dulu cangkangnya dan baru diberikan kepada lele, atau boleh direbus dahulu agar lebih mudah dalam melepaskan cangkang keong tersebut.

4. Pelet Buatan

Pelet lele atau pakan pabrikan secara tidak langsung merupakan makanan pokok dalam budidaya lele. Karena untuk mendapatkannya sangat mudah sekali, tetapi pellet pabrikan dengan harga yang cukup tinggi akan mengurangi profit dalam budidaya lele. Maka dari itu banyak para pembudidaya yang berfikir membuat pakan alternatif lele seperti pakan pabrikan tersebut. Sehingga munculah ide – ide dan percobaan – percobaan pembuatan pakan alternatif berbentuk pellet.  Bagaimana proses dan bahan dalam membuat pakan alternatif tersebut sudah saya tulis dalam artikel saya yang telah lalu. Apabila ingin menyimak silakan baca artikel Pakan Alternatif Terbaik Untuk Ikan Lele


Seorang pembudidaya yang bijak tentunya akan bijak pula dalam menentukan pakan alternatif yang akan diberikan untuk ikan lele yang nantinya ikan lele tersebut juga akan di konsumsi oleh manusia.

Baca Juga :  RISIKO DALAM PEMBERIAN PAKAN LELE YANG HARUS KITA KETAHUI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *