Mahasiswa UGM Ubah Lendir Lele Jadi Obat Luka Penderita Diabetes

Mahasiswa UGM Ubah Lendir Lele Jadi Obat Luka Penderita Diabetes

Di tangan lima mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, lele tidak hanya digunakan sebagai konsumsi protein saja, tetapi juga dapat digunakan sebagai obat luka diabetes menggunakan lendir lele yang terdapat pada tubuh lele tersebut.

Lima mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Farmasi Universitas, Joshua Alif Wendy, Dion Adiriesta Dewanda, Megaria Ardiani, Tri Utami Khasanah Raden Mas dan Ravi Hadyan, mulai menggunakan lendir lele sebagai obat luka diabetes.

Lendir lele ternyata memiliki protein dan senyawa peptida antimikroba aktif yang dapat membunuh baterai patogen yang terdapat pada luka.

Ardiani mengatakan penemuan tersebut bisa menjadi solusi untuk mereka penderita diabetes yang mengalami luka di tubuh. Bagi orang yang terkena diabetes, terutama tipe dua, luka akan lebih sulit, karena imunitas menurun dan membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi. Kami mencoba untuk menggunakan lendir lele pada tikus yang diinduksi diabete dan terluka. Tikus yang diberi lendir lele pada luka, selama 15 hari dan sembuh lebih cepat dibandingkan tikus tidak diberi lender lele.

Ketersediaan lele yang cukup melimpah di Indonesia, menambah kepercayaan yang besar terhadap pengobatan dari luka diabetes yang jumlah penderita penyakit tersebut semakin banyak.

Seekor lele dapat dikerok lendirnya beberapa kali dengan tidak melukai dan menyiksa lele tersebut, jadi obat dari lender lele ini sangat potensial sekali untuk dikembangkan.
Para mahasiswa masih berjuang agar lender lele yang dikomposisikan dengan bahan salep, Poly Ethylen Glycon dapat digunakan untuk mengobati manusia.

“Kami masih mencoba untuk pengujian pada mamalia besar kemudian uji praklinis dan berharap bisa digunakan untuk manusia. katanya.

(referensi dari okezone.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *